Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Selingkuh?

Aku juga nggak tau kenapa selalu rasa cinta itu hadir. Aku sadar saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membangkitkan kembali cinta lama. Aku sadar berada dalam lingkaran cinta terlarang. Aku nggak ngerti dengan yang aku rasakan. Yang pasti ada kebahagiaan. Benarkah  Selingkuh Itu Indah?"

Kupu-Kupu di Puser (Cerpen STORY edisi 3, September '09)

Gambar
Kupu-kupu yang indah Kenapa kamu ada di puser Bukankah kamu punya sayap Kalo punya Kenapa harus hinggap di puser Kupu-kupu Sayapmu yang indah harusnya penuh warna Kenapa sekarang hanya warna hitam Kemana perginya warna indahmu Aku merindukan keindahanmu ( Lembaran Biru, 3 Mei 2009 – ketika aku melihat Tattoo kupu-kupu di puser seorang gadis) Yogi tersenyum membaca berbagai komentar dari teman-temannya tentang “Kupu-Kupu di Puser” yang sengaja ditulis dalam catatan Yogi di f acebook . Ada yang c omment ; “Mau dong… pusernya, eh kupu-kupu di puser.” Atau, yang komentar kayak gini, “kalo gue bisa memiliki kupu-kupu di puser gadis itu, pasti akan gue jadiin dia bidadari yang akan gue sayang seumur hidup.” Ada juga yang komentar begini, “Kupu-kupu di puser? Hati-hati ‘ntar pusernya bodong. Wakakak.” Tapi, ada satu komentar yang paling berkesan buat Yogi. Yang ini, “aku, kupu-kupu di puser. Meskipun aku punya sayap, sengaja aku nggak hinggap di bun...

KURA-KURA NINJA & BARBIE GIRL (cerpen ANITA edisi 12 / th 1998)

"B oleh duduk di sini?" tanya Doddy ramah. "Eh iya... nggak ada orangnya ini," jawab Ice (bacanya ; bukan Ice seperti ice cream, lho! Tapi Ice-nya.. Itje Trisnawati). Doddy duduk di samping Ice. Dia sibuk merapihkan tas ransel yang dibawanya, kelihatannya berat banget. "Nggak bisa diem amat," gerutu Ice dalam hati. "Eh, sorry, ya." Doddy merasa nggak enak melihat Ice yang sepertinya keganggu dengan kesibukannya. "Hihi.. kok dia denger, ya?" Ice ketawa dalam hati. Sesekali dia melirik ke arah Doddy yang sudah mulai tenang. Lucu juga nih anak, pikirnya. "Kita kan udah sering ketemu, ya? Kalo nggak salah, ini pertemuan ketiga. Iya, kan?" ujar Doddy. "Iya kali," jawab Ice santai. Harus iya! Soalnya saya selalu mencatat pertemuan itu. Jadi saya nggak bakal pernah salah. Yang pertama tanggal 3, terus tanggal 5, dan yang ketiga... ya, sekarang ini. Cuma waktu perteuan pertama dan kedua kita masih diem-dieman. Pali...

Penghuni Dunia Satwa

PENGHUNI DUNIA SATWA Kaila pura-pura cuek ketika sepasang mata memandanginya. Dia malah baca tabloid Gaul ( padahal yang diliatnya gambar cowok yang lagi ada di depannya tuh) . Sebenarnya, dalam hati Kaila grogi juga. Abis, tuh cowok kan model ngetop. Wajahnya juga udah sering ngehiasi cover-cover majalah remaja. Bahkan kabar terakhir dia mulai merambah sinetron. “Kamu juga mau pemotretan, ya?” "Eh, nggak! Cuma nganterin teman,” jawab Kaila gugup sambil mencuri pandang ke arah cowok itu. "O…” Mulut cowok ganteng itu membentuk huruf O. “Boleh kenalan, kan?” Gile…! Ada juga gue yang minta kenalan ama doski! Secara dia kan ngetop! Bisik hati Kaila gak percaya. Kaila masih memandangi cowok itu yang lagi jadi model iklan jeans di tabloid yang dibacanya. “Namaku Suluh Taruna. Ada yang manggil Suluh, Taruna atau Taro. Tapi ada juga yang manggil LuNa. Yang terakhir itu panggilan kesayanganku.” Luna mengulurkan tangan. Aduh, Luna?! Kesannya kok kayak nama cewek, ya? Kail...

Perjalanan Cinta

Gambar
Intan mencoba menghabiskan makanannya, tapi tetap aja nggak bisa. Berpasang-pasang mata cowok gondrong yang memperhatikannya, membuat selera makannya ilang. "Kenapa sih? Kok lu gelisah banget," tanya Sonia sambil mengunyah makanannya. "Cowok-cowok gondrong itu! Serem banget. Gue jadi takut," jawab Intan. Sebenarnya sejak masuk ke daerah Blok M, dia udah merasakan takut. Tau sendiri kan? Daerah itu banyak cowok gondrongnya. Udah gitu, pake anting lagi. Hiiihhh.. bulu kuduk Intan merinding. "Alaaah cuek aja lagi! Yang penting nggak gangguin kita." "Iya sih... Secara langsung emang nggak. Tapi cara mereka memandang? Hiiiihhh.. kayak mau nerkam." Sonia meminum minumannya. "Ada-ada aja lu." Sonia membersihkan mulutnya dengan tissue. "Yuk cabut!" lanjutnya. "Lho?! Kok ayamnya nggak dihabisin?" "Tadinya sih gue mau nambah. Tapi gak tega ama lu." "Sorry, ya," Intan memelas. "Udah...

Biarkan Kabut Itu

Gambar
Dapatkah kau rasakan betapa pilunya hati ini Mentari yang tadinya bersinar terang Kini gelap, berselimut kabut Biarkanlah! Biarkan kabut It Aku bahagia bersamanya Dari sisi timur sirkuit Sentul, Amel memperhatikan Hendry yang mengendarai sepeda motor bernomor 67. Jelas sekali terlihat di wajah Amel kegelisahan. Sesekali mulutnya komat-kamit membaca doa. “Udah, Mel, tenang aja! Gue yakin Hendry bisa ngelakuinnya dengan baik. Dia kan bukan orang baru,” Renny mencoba menghibur Amel. Amel hanya menjawabnya dengan senyuman, meskipun tidak bisa dibohongi, di wajahnya masih terlihat ketegangan. Pada putaran pertama dan kedua Hendry berhasil memimpin di depan. Tapi memasuki putaran ketiga terjadi persaingan sengit antara Hendry dan Robby. Bahkan ketika berada di tikungan, motor yang dikendarai Robby berhasil memepet dan melewati Hendry, membuat Hendry kehilangan keseimbangan. Hingga akhirnya sepeda motor yang dikendarai Hendry tergelincir. “ Cut !” teriak Nagayoshi, Sutrada...