Postingan

Resensi Buku POFi dari www.whatzups.com

‘POFI’ Buku Pegangan Orang Film Pas Buat Calon Bintang! 16:50 WIB || Tuesday, 29 December 2009 || Views : 267 || Comments : 4 || Contributor : Vicky Terjun pertama kali ke dunia akting kadang membuat banyak orang bingung. Dan sulitnya mengetahui seluk beluk perfilman membuat banyak calon artis yang bertalenta kebingungan dan harus mencari tahu sendiri. Nggak perlu khawatir lagi, POFI sempurna dibuat untuk kamu yang sedang kebingungan ingin mencoba karir di dunia akting. Dengan gaya yang santai, dijamin nggak bakal bikin kamu boring belajar seluk-beluk akting!. Check this out. Beda dengan luar negeri, di Indonesia masih agak sulit belajar akting dengan baik. Ditambah kualitas asal comot artis baru yang belum berkualitas membuat para pecinta dunia perfilman semakin kecewa. Padahal, kalau semua artis mau belajar dan menggali potensi. Dijamin akting dan sinetron kita semakin berkualitas. Nah buku yang ditulis oleh sutradara handal Sugoy Suhendra ini mampu menjawab semua k...

Kata-Kata Bijak Penuh Manfaat

1. Cinta adalah janji, cinta adalah kenang-kenangan, sekali diberikan tak pernah terlupakan dan tak pernah hilang. (John Lennon, 1940-1980, Penyanyi dan Penulis asal Inggris) 2. Mereka yang berani mengambil resiko kemudian gagal, itu dimaafkan. Mereka yang tak pernah mengambil risiko dan tak pernah gagal, ini adalah kesalahan manusia sepanjang hidupnya. (Paul Tillich, 1886-1965, filsuf dan teologi Amerika Serikat kelahiran Jerman) 3. Siapa pun yang terdeteksi melakukan kecurangan yang memalukan tidak akan pernah dipercaya, meskipun mereka berbicara tentang kebenaran. (Phaedrus, 15-50 SM, filsuf Romawi) 4. Lebih baik dibenci karena apa yang anda miliki daripada dicintai untuk sesuatu yang tidak anda punyai. (Andre Gide, 1869-1951, penulis Perancis, peraih Nobel Sastra 1947) 5. Saya tidak pernah khawatir dengan tindakan apa pun, saya hanya cemas dengan tindakan yang lamban. (Winston Churchill, 1874-1965, Perdana Menteri Inggris semasa Perang Dunia II) 6. Jenis efisiensi yang pa...

Berita dari MAHASISWA.COM

Elex Media Luncurkan Buku ‘POFi’, Panduan Orang Film Karya Sugoy Suhendra Thursday, 24 December 2009 Kamis. Elex Media Komputindo Kompas Gramedia, secara resmi meluncurkan buku ‘POFi’ (pegangan orang film) karya penulis Sugoy Suhendra, Rabu (23/12) di Jakarta. Buku yang berjumlah 168 halaman ini berisi panduan bagi pendatang baru yang ingin menjadikan artis film dan sinetron sebagai profesi dan sandaran hidupnya. “Bagi pendatang baru di dunia akting, buku ini bisa sebagai pegangan dan tuntunan bagaimana mengenal seluk beluk dunia film dan sinetron. Mulai dari casting, acting hingga bersosialisasi di lingkungannya,” ujar Sugoy Suhendra, sutradara dan penulis di sela-sela peluncuran bukunya itu. Sugoy menjelaskan bahwa perkembangan dunia film dan sinetron di Indonesia sudah semakin pesat. Sementara, dunia film dan sinetron membutuhkan banyak talent-talent baru. Untuk itu, buku POFi ini dirasa cukup untuk dijadikan pegangan dan tuntunan bagi para talent baru dan pekerja film dan sine...

Kupu-Kupu di Puser (Cerpen STORY edisi 3, September '09)

Gambar
Kupu-kupu yang indah Kenapa kamu ada di puser Bukankah kamu punya sayap Kalo punya Kenapa harus hinggap di puser Kupu-kupu Sayapmu yang indah harusnya penuh warna Kenapa sekarang hanya warna hitam Kemana perginya warna indahmu Aku merindukan keindahanmu ( Lembaran Biru, 3 Mei 2009 – ketika aku melihat Tattoo kupu-kupu di puser seorang gadis) Yogi tersenyum membaca berbagai komentar dari teman-temannya tentang “Kupu-Kupu di Puser” yang sengaja ditulis dalam catatan Yogi di f acebook . Ada yang c omment ; “Mau dong… pusernya, eh kupu-kupu di puser.” Atau, yang komentar kayak gini, “kalo gue bisa memiliki kupu-kupu di puser gadis itu, pasti akan gue jadiin dia bidadari yang akan gue sayang seumur hidup.” Ada juga yang komentar begini, “Kupu-kupu di puser? Hati-hati ‘ntar pusernya bodong. Wakakak.” Tapi, ada satu komentar yang paling berkesan buat Yogi. Yang ini, “aku, kupu-kupu di puser. Meskipun aku punya sayap, sengaja aku nggak hinggap di bun...

KURA-KURA NINJA & BARBIE GIRL (cerpen ANITA edisi 12 / th 1998)

"B oleh duduk di sini?" tanya Doddy ramah. "Eh iya... nggak ada orangnya ini," jawab Ice (bacanya ; bukan Ice seperti ice cream, lho! Tapi Ice-nya.. Itje Trisnawati). Doddy duduk di samping Ice. Dia sibuk merapihkan tas ransel yang dibawanya, kelihatannya berat banget. "Nggak bisa diem amat," gerutu Ice dalam hati. "Eh, sorry, ya." Doddy merasa nggak enak melihat Ice yang sepertinya keganggu dengan kesibukannya. "Hihi.. kok dia denger, ya?" Ice ketawa dalam hati. Sesekali dia melirik ke arah Doddy yang sudah mulai tenang. Lucu juga nih anak, pikirnya. "Kita kan udah sering ketemu, ya? Kalo nggak salah, ini pertemuan ketiga. Iya, kan?" ujar Doddy. "Iya kali," jawab Ice santai. Harus iya! Soalnya saya selalu mencatat pertemuan itu. Jadi saya nggak bakal pernah salah. Yang pertama tanggal 3, terus tanggal 5, dan yang ketiga... ya, sekarang ini. Cuma waktu perteuan pertama dan kedua kita masih diem-dieman. Pali...

Membuat Judul Dulu Baru Menulis, atau Sebaliknya?

"Membuat judul dulu baru menulis, atau sebaliknya? Menulis ceritanya dulu baru bikin judul?" Pertanyaan itu muncul dari seorang aktris cantik Rachel Amanda saat launching majalah remaja " STORY ". Saya tertarik dengan pertanyaan Amanda, karena awal saya belajar menulis cerpen (waktu itu masih SMP), pertanyaan tersebut pun muncul. Saya juga bingung. Kadang muncul judul duluan. Tapi nggak jarang justru kesulitan menentukan judul. Untung waktu itu saya sempat baca buku "Mengarang Itu Gampang" karyanya mas Arswendo Atmowiloto. Kata-kata yang paling saya ingat adalah "Kalo mau jadi penulis, ya, menulis!" So. .. mulailah menulis, nggak perlu bingung harus memulai dari mana (Bisa judul dulu, atau bisa nulis cerita dulu, baru bikin judul). Yang terpenting adalah.... mulailah menulis apa yang mau kita tulis / ceritakan. So ? Pertama-tama seharusnya kita menentukan topik / tema yang akan kita tulis. Kita mau menceritakan tentang apa? Nah, kalo ju...

Actor Concept (Wawasan Keaktoran)

Acting (berperan) berasal dari kata to act , yang berarti beraksi. Acting dalam konteks ini adalah perpaduan antara : 1. atraksi fisikal (tubuh) 2. intelektual (analisis karakter dan naskah), serta 3. spiritual (transformasi jiwa) Usaha seorang actor dalam melakoni seni acting adalah dengan mengembangkan : kemampuan berekspresi menganalisa naskah, dan mentransformasi diri kedalam karakter yang ia mainkan. Dengan menempa ketiganya, actor akan bisa membuka diri dan menyerap kekayaan pengalaman hidup dari si tokoh sesuai dengan konsep penulis naskah dan sutradara. Untuk mencapai hal tersebut actor bisa mengolah kembali pengalaman hidup atau melihat situasi social di lingkungan sekitarnya . Dalam buku Prepare for the actor (persiapan seorang actor), karya Konstantin Stanislavski , dalam metode acting realis, seorang actor harus mampu menyatukan dirinya kedalam personal si tokoh yang akan ia mainkan. Hal ini berarti berhubungan dengan kondisi b...